Member of Saiensu_Sparow Squad

Member of Saiensu_Sparow Squad

Monday, July 15, 2013

MaBelle et MeBeau (Tanpa Diduga Part 1)



4.        Tanpa Diduga
            Suasana gedung olahraga kampus hari ini cukup ramai. Sefa mengambil handphonenya dan mulai mengetik.“Kak Meta, dimana ?” Sefa pun mengirimnya ke nomor Meta. Beberapa detik kemudian terdengar nada pesan masuk di handphone Sefa. “Belum, Fa. Kamu tunggu di dalem aja sambil nyari tempat duduk yang bagus buat nonton. Kakak sebentar lagi sampe”. Membaca pesan tersebut Sefa kemudian masuk ke dalam gedung. Saat sampai di dalam Sefa bingung mau duduk dimana. Karena sudah banyak orang. Tiba-tiba Sefa mendengar seseorang memanggil namanya. Sefa pun menoleh ke arah suara tersebut.
            “Sefa! Duduk sini aja!”
            “Ha? Setya?!” kata Sefa dalam hati. Dia bingung sekaligus senang.
            Lambaian setya membuat Sefa menghampirinya. Sefa pun duduk di samping Setya.
            “Hai, Fa! Kamu juga suka nonton basket? Sama siapa? Sendiri?” tanya Setya.
            “Hai. Iya aku suka nonton basket. Enggak , aku enggak sendiri. Aku udah janjian sama seseorang.” Jawab  Sefa, “Aku nggak sendiri kan aku sama kamu, Setya!” batin Sefa. “Kamu sendiri atau sama siapa?” tambah Sefa.
            “Aku...kalo tadi sih aku sendiri. Tapi sekarang kan udah sama kamu. Hehe.” Jawab Setya sambil memandang Sefa.
            “O..o gitu ya? Ehehe.” Sefa senang mendengar Setya berkata seperti itu. Dia menjadi sedikit kaku duduk di samping Setya.
           Setelah  itu keduanya terdiam sambil memandang para pemain basket yang sedang melakukan pemanasan. Sefa tak mengetahui jika Meta sudah sampai di sampingnya. Sefa masih memikirkan kata-kata Setya tadi.
            “Hei, Fa!” sapa Meta.
            “Eh Kak Meta. Udah dari tadi?” Balas Sefa dengan setengah kaget.
            “Enggak. Baru aja kok.”
            “Hai, Kak Meta!” sapa Setya yang ternyata mengenal Meta.
            “Hai, Setya!” jawab Meta.
            “Jadi kalian udah saling kenal ya?” tanya Sefa.
            “Iya. Kan Setya tetangga aku.” jawab Meta.
            “Oh..kok aku nggak tau ya?”
            “Emang kamu tau apa tentang aku?” timpal Setya.
            “E e..?” Sefa gelagapan dengan pertanyaan Setya kali ini. Nggak lucu kan kalau ketahuan kalau diam-diam selama ini dia memerhatikan Setya.
            “Eh udah mulai tu!” teriak Meta mengalihkan pembicaraan kepada pertandingan yang sudah dimulai.
            Sefa menghela napas lega. Beruntung pertandingan sudah dimulai, jadi dia tidak harus merasa nervous menjawab pertanyaan Setya.
Sepanjang jalannya pertandingan para penonton bersorak-sorai memberi semangat pada tim dukungan mereka. Sefa dan Meta terlihat sangat bersemangat saat tim kampusnya mencetak skor, apalagi jika Uki yang mencetaknya. Setya pun ikut senang dengan itu. Tapi dia merasa tidak enak saat Sefa meneriakkan kata-kata penyemangat untuk Uki. Saat pergantian babak Setya mencoba mengajak Sefa mengobrol.
“Ini Fa, minum dulu.” Setya memberikan sebotol air mineral pada Sefa.
“Terima kasih.” Sefa meminum air mineral itu.
“Kamu ngefans sama Uki ya, Fa?” tanya Setya tiba-tiba.
“Nggak ngefans lagi. Suka banget malah. Bahkan aku deket banget sama dia.”
“Ha? Deket banget?” Setya sedikit terkejut.
“Iya. Emangnya kenapa?” Sefa merasa heran dengan tanggapan Setya barusan.
“E..nggak apa-apa kok.” Jawab Setya gelagapan.
Sefa pun kembali menyaksikan pertandingan. Sedangkan Setya masih memikirkan ada hubungan apa antara Sefa dan Uki. Sisa pertandingan hanya Setya habiskan untuk memikirkan hal tersebut. Dia sama sekali tidak mengamati jalannya pertandingan. Sesekali dia menengok Sefa lalu kembali dengan pikirannya.
----@----

No comments:

Post a Comment